Travel Ibadah 8 menit baca

Cara Membuka Travel Umroh Legal: Syarat PPIU, SIPU, dan SIMPONI

Menjual paket umroh tanpa SIPU adalah kejahatan perjalanan ibadah palsu. Pelajari jalur legal lengkapnya: pendirian PT, SPPU, SIPU, rekening kolektif jamaah, sampai sistem SIMPONI.

Rizki Mahendra· Head of Regulatory Affairs

Terbit 4 Mei 2026

Diperbarui 8 Mei 2026

Legalitas Travel Umroh: Garis Pemisah Bisnis dan Pidana

Bisnis travel umroh adalah salah satu sektor paling sensitif regulasinya, karena yang dipercayakan kepada Anda adalah dana jamaah dan ibadah mereka. Hukumnya tegas: perusahaan yang menyelenggarakan perjalanan umroh tanpa izin PPIU dapat dijerat pidana penyalahgunaan jamaah.

Kasus travel umroh fiktif yang berulang membuat Kemenag memperketat pengawasan — dan justru menjadi peluang bagi pelaku yang legalitasnya rapi. Jamaah kini aktif mengecek legalitas travel di sistem resmi Kemenag sebelum transfer uang sepeser pun.

Fondasi Pertama: PT, Modal Disetor, dan Kantor Fisik

PPIU hanya bisa berbadan hukum PT — perseorangan dan CV tidak diterima. Pendirian PT travel memakan waktu 3-7 hari kerja, disusul NIB yang menandai usaha Anda resmi di OSS.

Selanjutnya: modal disetor sesuai ketentuan Kemenag provinsi tempat kantor Anda berada — kisarannya mulai Rp 100 juta dan di sejumlah wilayah menuntut lebih tinggi hingga ratusan juta rupiah. Kantor usaha fisik yang layak juga wajib, karena tim Kemenag melakukan verifikasi kantor secara langsung.

SPPU, SIPU, dan SIMPONI: Memahami Sistem Kemenag

Legalitas PPIU berjalan dua tahap. Tahap pertama adalah SPPU (Surat Pendaftaran Perjalanan Umrah) — status pendaftaran resmi Anda di Kemenag provinsi, saat ini travel Anda terdaftar tapi belum boleh berangkatkan jamaah. Tahap kedua adalah SIPU (Surat Izin Perjalanan Umrah) — izin operasional penuh untuk menjual dan memulangkan paket umroh.

Keduanya terekam dan diperbarui berkala melalui SIMPONI, sistem informasi penyelenggaraan umrah dan haji milik Kemenag. Sementara e-Katalog Kemenag menjadi etalase resmi tempat jamaah mencari travel yang legal — masuk e-Katalog adalah target setiap PPIU baru dan hanya bisa dicapai dengan legalitas yang benar.

Syarat Teknis yang Sering Menggugurkan Pengajuan

Pengalaman kami, empat hal ini paling sering membuat pengajuan PPIU macet:

  • Rekening kolektif jamaah belum dibuka di bank yang bekerja sama dengan Kemenag
  • Kontrak kerja sama dengan maktab atau operator di Arab Saudi belum ditandatangani
  • Pembimbing ibadah belum bersertifikat kompetensi
  • Itinerary dan paket perjalanan tidak konsisten dengan dokumen yang diajukan

Timeline dan Biaya Realistis 2026

Dengan dokumen lengkap, proses dari PT sampai SIPU terbit memakan waktu sekitar 30-45 hari kerja. Paket jasa pendampingan lengkap kami mulai Rp 12 juta — di luar modal disetor PT dan biaya operasional kantor yang nilainya tergantung kota. Siapkan keempat syarat teknis di atas sejak hari pertama mempersiapkan PT, karena menyusunnya setelah pengajuan berjalan berarti mengulang antrian verifikasi dari nol.

Aturan emas yang selalu kami tanamkan: jangan pernah menjual satu paket pun sebelum SIPU terbit. Pemasaran pra-izin masih bisa dimaklumi, tapi menerima dana jamaah tanpa izin jelas pidana. Gunakan masa menunggu untuk membangun konten, kemitraan masjid, dan infrastruktur operasional.

Setelah PPIU: Jalur Naik Kelas ke PPIH

Banyak travel besar memulai dari PPIU lalu naik kelas menjadi PPIH — pemegang izin penyelenggaraan haji yang jauh lebih eksklusif. Syaratnya berat: PT murni milik WNI, modal disetor hingga Rp 3 miliar dalam bentuk tunai yang dapat diaudit, serta lolos masa pembinaan dan uji kelayakan Kemenag.

Jalan itu panjang, tapi asetnya sangat bernilai: kuota haji Indonesia sekitar 200 ribu jamaah per tahun membuat izin PPIH menjadi posisi strategis dalam pasar ibadah terbesar di dunia.

Sering Ditanya Soal Ini

Tidak mau repot? Serahkan semuanya ke tim ahli kami — garansi 100% uang kembali.

Konsultasi WhatsApp 0812-6999-9910
Semua artikel Lihat layanan perizinanSenin–Sabtu, 08.00–20.00 WIB